Selasa, 23 Oktober 2012

KAU TERCIPTA HANYA UNTUKKU

Banyak hal yang diciptakan oleh Allah disekeliling kita dan kita tidak bisa merasakannya. Andai kita punya kecerdasan bagaimana bisa menikmati hasil ciptaan itu maka itu sudah menjadi milik kita. Suatu saat saya berjalan dekat dengan perpustakaan aku temukan disana bunga kecil yang sedang mekar, kudatangi bunga itu dan kuamati indah benar bunga ini tampak kelopaknya yang mungil, paduan warna yang menarik. Dalam hatiku mengatakan tidak setiap orang punya kesempatan untuk menikmati keindahan ini. Dan bunga itu jelas tidak pernah dilirik atau di perhatikan oleh orang lain dalam fikiranku berkembang lagi wah.... ternyata Allah ciptakan bunga ini hanya murni untukku. Banyak hal yang ada disekitar kita seperti tetesan embun, serakan batu pasir, perubahan gugusan bintang, perubahan warna awan, gemerciknya air hujan, semburatnya sinar mentari pagi semuanya luput kita miliki, karena apa?  Kita tidak pernah mencoba memperhatikannya, tidak pernah mencoba untuk merenungkannya walaupun itu ada di dekat kita.

Senin, 08 Oktober 2012

HIDUP ADALAH BELAJAR


Sebaiknya sesuatu informasi yang baik itu disharingkan dengan orang lain, dan kalau hal tersebut membawa kebaikan pada orang lain maka kita mendapat banyak keuntungan. Pertama, kita mendapat nilai pahala. Kedua jumlah  prosentase kebaikan di dunia meningkat dan pada akhirnya kebaikan itu akan kembali kepada kita lagi. Ini adalah kiriman SMS dari teman saya yang bernama Pak Indra, yang saya  sharingkan kepada anda semua semoga ada manfaatnya

HIDUP ADALAH BELAJAR
Belajar BERSYUKUR meski tak cukup
Belajar IKHLAS meski tak rela
Belajar TAAT meski berat
Belajar MEMAHAMI mesti tak sehati
Belajar SABAR meski terbebani
Belajar SETIA mesti tergoda
Belajar MEMBERI meski tak seberapa
Belajar MENGASIHI meski kadang disakiti
Belajar MEMAAFKAN meski kecewa
Hingga suatu saat kita tersadar....
betapa belajar telah MENEGUHKAN HATI kita
dan MEMBERSIHKAN PIKIRAN kita ...
Pastikan kita TETAP DI JALAN NYA

Senin, 10 September 2012

PAGER TEMBOK dan PAGER MANGKOK

Silaturrahmi itu membawa manfaat...., apa yang saya tulis ini adalah pengalaman ketika kami silaturahmi ke Bp Masngut, seorang peternak ayam telur dan pengusaha pertanian yang sangat sukses dan kami dapat tambahan ilmu dari Beliaunya. Ini adalah beberapa diantara catatan yang saya peroleh ketika kami diajak untuk mengunjungi peternakan beliau.
Pada saat itu kami diajak  masuk ke areal peternakan beliau yang begitu luas, tentu banyak hal yang kami tanyakan tapi ada satu hal yang sangat berkesan ketika kami tanyakan masalah keamanan. 
Saya            : “Pak selama ini pernahkan ketika Bapak beternak ini ternak bapak dicuri atau dikomplain oleh tetangga sekitar?” 
Beliau         : “Selama ini kasus semacam itu tidak terjadi, karena saya pagari ternak ini dengan dua pagar. Yang pertama pagar tembok dan yang kedua pagar mangkok”
Saya            :Maksudnya bagaimana Pak?
Beliau         : “ Pagar tembok adalah pagar yang adik lihat sekarang, berupa bangunan tembok yang mengelilingi peternakan ini, tingginya sekitar 2,5 meteran keliling. Ini untuk mencegah orang yang tidak diinginkan masuk. Namun perlu adik ketahui walau ada pagar setinggi ini kalau orang mau dia bisa memanjatnya dengan mudah. Maka saya katakan bahwa pagar semacam ini mudah sekali ditembus. Yang kedua adalah pagar mangkok. Pagar ini adalah pagar bayangan, pagar yang tak terlihat dan sifatnya lebih kuat dari yang pertama. Sebab kalau orang sudah kena pager mangkok dia tidak akan kuat untuk meloncat walaupun 1 meter saja. Yang saya maksud dengan pager mangkok adalah setiap kali kami panen telur, yang saya lakukan adalah menyisihkan sebagian  hasil panen tersebut untuk tetangga disekitar peternakan atau saya shodaqohkan. Maka dengan demikian tetangga sekitar akan turut merasakan kesenangan apabila saya panen. Rasa memiliki dan turut menjaga usaha ternak ini tumbuh di hati  tetangga sekitar. Dalam hatinya muncul buat apa mencuri atau komplain, toh  kami juga merasakan hasilnya. Malah semakin maju usaha ini semakin baik.  Ada unsur penjagaan dan doa didalamnya. Inilah pagar yang lebih kuat.
Nah.... itulah sebagian dialok yang saya sharingkan ke para pembaca, tentu saja masih banyak ilmu yang kami dapatkan dari kami silaturrahmi ke beberapa orang yang InsyaALLAH bila ada kesempatan saya sharingkan ke para pembaca. Mudah mudahan bermanfaat.

Minggu, 09 September 2012

ADA GULA ADA SEMUT


Mungkin kita sudah sering dan familier dengan peribahasa diatas.  Yang artinya disana ada uang atau rizki disana orang berdatangan.  Saya tidak tahu kapan peribahasa itu muncul. Yang jelas bangsa kita sudah mengenal peribahasa itu sudah lama sekali, dan itu merupakan hasil pengamatan yang mendalam sebuah tindakan yang dilakukan manusia Indonesia.
Trend naiknya jumlah TKI itu bisa juga dipahami dari peribahasa Ada Gula Ada Semut. Karena gula-gula lebih banyak ada di luar negeri maka yang terjadi adalah. Keluarnya bangsa kita pergi keluar unrtuk mencari gula gula yang ada di sana. Gimana untuk mengurangi jumlah warga yang menjadi TKI, mau tak mau harus kita optimalisasikan potensi bangsa ini sehingga banyak gula muncul di Indonesia.
Tapi saya merasa aneh dengan bangsa kita, kadang bangsa lain tahu posisi gula gula ditempat kita tapi kita sendiri tidak tahu. Buktinya banyak bangsa lain datang ke Indonesia karena tahu gula yang ada di Indonesia. Contohnya kedatangan Belanda ke Indonesia ini karena dia tahu ada gula yang bernama rempah-rempah di Indonesa. Demikian juga pertambangan kita banyak dikelola oleh asing bahkan di sektor perkebunan juga justru banyak orang asing yang ikut mengelola saat ini. Dan sebenarnya indikasi mengenai masalah ini nenek moyang kita juga sudah mengenalnya. Dengan peribahasa berkaitan dengan semut juga yang berbunyi Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan, tapi semut diseberang lautan tampak kelihatan. Itu juga mungkin gambaran tingkah polah bangsa ini. Ada rizki yang kecil di negara lain yang kita kejar padahal kita punya potensi besar yang ada di depan kita malah tidak kita garap. Untung kita belum masuk ke peribahasa. Ayam di lumbungpadi mati kelaparan.....wah payah kalau itu terjadi.
Kalau kita bisa membuat gula gula di Indonesia dengan baik dan bisa menggunakan mata kita menantap normal, tidak berakomodasi maksimum alias memicingkan, maka yang dekat akan kelihatan dan insyaAllah program tranmigrasi akan sukses. Dulu saya masih ingat.....kalau ada program transmigrasi itu kasihan banget. Karena yang ditransmigrasikan adalah orang orang yang lemah dan pinggiran. Mesti sering kali hujan tangis menyertainya. Karena apa? Karema dia tidak siap untuk transmigrasi. Kenapa tidak siap karena memang dari sisi mental dan pendidikan mereka tidak memenuhi syarat. Bayangkan andaikata saat itu program transmigrasi dirubah istilahnya dengan program apresiasi kecakapan yang ditujukan kepada anak anak yang berprestasi dari berbagai bidang ilmu dengan upah yang tinggi apabila dia mampu melaksanakan kita apresiasi bak pahlawan maka insyaAllah berhasil.
Maksudnya gimana....? kok mbulet. Maksudnya adalah kita programkan yang kita kirim untuk membuka daerah baru adalah anak anak yang pinter dan cerdas cerdas serata berkarakter baik. Maka ditempat baru dia akan mudah menyeusaikan. Ada yang dari sarjana teknik, sarjana kesehatan, sarjana pertanian, sarjana pertambangan, sarjana komunikasi dll...yang terpilih. Kita minta dia untuk menyeting daerah di kepulauan kita yang belum tergarap maka akan lain hasilnya. Bagi anak pinter dia membuka lahan tidak dengan arit atau cangkul, dia mesti mendatangkan alat berat. Dia tidak akan merasa kesepian karena daerah itu akan dipasang alat komunikasi sehingga dia bisa berkomunikasi dengan deerah lain. Untuk transportiasi dia bisa melakukan lewat jalur yang pas bisa lewat darat dengan membuka jalan, laut, sungai atau udara. Apalagi dia mendapat suport dana dan predikat bak pahlawan maka luar biasa. Dan saya yakin kalau daerah itu sudah terbentuk maka gula akan ada disana sebentar lagi semut-semut akan berdatangan ndak usah disuruh atau dipaksa.

Jumat, 07 September 2012

DIOPENI DIOPAHI


Diopeni dari bahasa jawa yang berarti dipelihara dan Diopahi yang berarti memperoleh hasil atau bayaran. Dengan demikian maksud dari dipeni diopahi adalah apabila kita pelihara dengan baik maka kita akan mendapat hasil.
Apa yang bisa diopeni dan apa upahnya. Kita bisa ngopeni mulai hal yang sederhana sampai komplek, dari benda mati sampai benda hidup pokoknya diopeni maka akan diopahi. Ketika kita menanam misalnya. Saat kita mulai menanam dan ngopeni dengan menyiram dan memupuk maka sebentar kemudian  muncul kuncup dari dalam tanah kepermukaan, ini adalah upah pertama berupa rasa senang melihat kuncup-kuncup kecil muncul dari tanah. Selanjutnya ketika dia kita openi terus dan dia mengeluarkan daun upah kita bertambah walau tidak kita sadari berupa oksigen yang diberikan pada kita. Banyaknya oksigen yang diberikan pada kita tergantung dari jumlah daun yang muncul yang berarti punya sejauh mana kita open-open. Lebih lanjut ketika kita openi terus maka dia memberi upah pada kita dengan keindahan baru berupa bunga yang indah. Dan ketika kita tingkatkan lagi sikap open tadi,  kita akan mendapat upah baru berupa biji-bijian atau buah yang bisa kita makan sendiri atau kita jual dan menghasilkan uang.
Ya... itu tadi kalau mahluk hidup, gimana kalu itu benda mati apa bisa kita mendapat upah. Tentu saja bisa. Banyak contoh disekitar kita orang yang rajin koleksi benda benda. Seperti bebatuan, barang-barang kuno, gambar dst. Karena dia rajin merawat atau open akhirnya ada juga orang yang menghargai benda koleksinya dengan harga mahal. Bahkan ada contoh yang ekstrem adalah pemulung sampah. Dia punguti sampah sampah yang dibuang menurut orang lain sudah tidak berguna. Kemudian dia kumpulkan dan dia klasifikasikan menurut bahan e......ternyata laku juga. Demikian juga mengenai barang rongsokan yang disekitar kita yang menurut kita sudah tidak laku ada yang open dengan barang rongsokan itu ya akhirnya ada yang membutuhkan juga ......alias laku.
Demikian juga banyak hal disekitar kita berserak kadang tidak diopeni, kita merasa barang-barang atau benda benda tersebut tidak berguna. Rawannya, jika suatu saat nanti karena kita tidak open kemudian yang justru open tetangga kita. Dalam kontek bernegara sikap open ini sangat perlu, wilayah kita terdiri atas ribuan pulau, karena banyaknya kadang kita tidak open dengan pulau pulau tersebut, ada rasa seolah kurang dirawat. Padahal kalau kita open insyaAllah masing masing pulau itu punya potensi yang berbeda beda dan punya nilai ekonomi yang tinggi dan strategis. Saya kuwatir dengan sikap tidak open kita, suatu saat nanti ada tetangga kita yang ngopeni, dan baru kita sadar pentingnya pulau itu.
Yah....mari kita bangkitkan sikap open atau sikap suka memelihara. Dimulai dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, hingga open terhadap negara kita. Mudah mudahan sikap open kita akan meningkat dan kita akan mendapat upah sesuai dengan sejauh mana sikap open kita.