Kamis, 30 Agustus 2012

PROSENTASE FISIK, FIKIR DAN HATI MENENTUKAN HASIL KERJA


Hasil kerja dipengaruhi oleh banyaknya keterlibatan komponen tubuh, semakin banyak komponen tubuh kita yang terlibat semakin besar dan bagus hasilnya. Ada 3 komponen yang Allah berikan pada kita yaitu fisik, fikir dan hati. Edialnya seluruh komponen tersebut di laksanakan dengan proporsi yang berimbang.  Seberapa besar dominasi  masing masing komponen, menentukan hasil kerja seseorang.
  1. Dominasi fisik.   Seseorang dengan prosentase komponen fisik yang kuat, fikir yang lemah , dan hati yang rendah akan menjadikan dia sebagai kuli yang kurang bermoral. Orang yang bertipe ini biasanya akan dihindari oleh masyarakat. Namun, walaupun dia lebih banyak menggunakan fisik, sedikit menggunakan fikir, tapi banyak menggunakan hati, kalaupun  menjadi kuli dia menjadi kuli yang bermartabat. Masih banyak orang yang menggunakan dan mempercayakan pekerjaan pada dia.
  2. Dominasi Fikir. Seseorang dengan Prosentase fisik yang kurang,  fikir yang tinggi, namun dengan hati yang rendah, akan berbahaya bagi masyarakat. Karena fikirannya bisa menggerakkan orang lain dan karena dilandasi oleh hati yang kurang  maka resiko kerusakan yang diakibatkan akan besar. Dan resiko itu akan lebih besar lagi manakala dia memiliki fisik yang kuat, fikir yang kuat tapi hati rendah.
  3. Dominasi Hati. Seseorang dengan fisik yang lemah, fikir yang lemah, namun dengan hati yang kuat orang semacam ini jangan dientengkan karena dekatnya dia dengan Tuhan. Bila orang dengan kategori ini ditambah dengan fikir yang kuat akan punya nilai lebih karena fikir dan hatinya adalah kekuatan dirinya. Fikir dan Hatinya akan menggerakkan orang lain menuju kebaikan.
  4. Berimbang. Orang yang punya kekuatan di fisik, kuat di fikir dan kuat di hati sungguh orang yang luar biasa. Orang semacam ini punya potensi sukses dimanapun berada dan akan banyak dicari dan pantas untuk menjadi memimpin. Dan kalau populasi dalam suatu negara orang yang semacam ini banyak insyaAllah negara tersebut akan jaya.
Mari kita kuatkan bangsa ini dengan meningkatkan kekuatan fisik dengan banyak kegiatan olah raga dan makanan sehat, dengan meningkatkan level pendidikan yang tinggi dan pendidikan akhlaq yang baik sehingga menjadi bangsa yang bermoral dan bermartabat.

Senin, 27 Agustus 2012

METAMORFOSE ATAU BIOTIPE BARU


Moment masuk setelah puasa dan idul fitri ini hendaklah menjadi moment perubahan pada diri kita. Ibarat perjalanan siklus serangga dimulai dari telur kemudian berubah menjadi ulat kemudian berkepompong dan kemudian menjadi kupu kupu. Dulu mungkin kita pernah berperan menjadi ulat, namanya saja ulat bentuknya menjijikkan, kalau bersentuhan menjadi panas atau gatal, belum lagi pola makannya pada saat ulat inilah yang paling merusak karena yang ia fikirkan hanyalah makan dan makan. Kemudian masa kesadaran terjadi dia memasuki masa kepompong yang ditandai dengan  berpuasa tidak melakukan aktifitas yang merugikan, diam dan banyak tafakur, dan setelah waktu yang ditentukan itu tiba dia muncul dengan perubahan yang dramatis. Perilakunya berubah, penampilannya juga berubah kini semua orang menginginkan mendekatinya, dan selain itu dia membawa banyak keuntungan disekitarnya dengan perannya sebagai pembantu penyerbukan.
Demikian juga yang terjadi pada diri kita setelah puasa dan Iedul Fitri ini menjadi moment perubahan. Jangan kemudian diartikan kita akan berubah bentuk dan keluar sayap. Kalau itu terjadi malah merepotkan karena kita perlu memperkenalkan diri lagi ke masyarakat karena masyarakat tidak mengenal diri kita, tidak hanya masyarakat yang tidak mengenal celakanya kalau anak istri kita tidak mengenalnya, selain itu kita harus banyak berlatih lagi terhadap ornamen tubuh yang baru. Untung, perubahan yang terjadi pada kita adalah perubahan dari dalam atau perubahan biotipe. Setelah menjalani puasa dan halal bil halal akan hendaknya ada perubahan bagaimana kita berfikir, bersikap dan berhati. Perubahan berfikir, marilah kita mulai berfikir yang besar dan berfikir bermanfaat. Hidup ini singkat apa yang terjadi jika kita tidak punya bekal untuk ke lam nanti, atau apa yang dikenang oleh generasi kita nanti sepeninggal kita terhadap diri kita. Mari kita fikirkan bagaimana hidup ini banyak banyak memberi manfaat pada orang lain dan alam sekitar. Dan perubahan fikir tersebut diikuti dengan perubahan bersikap yaitu sikap untuk lebih memanfaatkan waktu yang diberikan Allah untuk hal-hal yang positip jangan disia siakan. Berhati, mari kita sama sama melembutkan hati ini lebih peka terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Selamat menikmati biotipe baru anda.

Minggu, 26 Agustus 2012

SILATURRAHIM


Pada hari raya Iedul Fitri budaya saling kunjung mengunjungi sangat semarak sekali, namun  seiringnya waktu menjauhnya dari Iedul Fitri kegiatan kunjung-mengunjungi kian surut. Padahal kegiatan kunjung mengunjungi antar saudara dan teman (silaturrahim) sangat diajurkan dalam agama. Karena dengan silaturrahmi akan dapat diperoleh beberapa manfaat.
1.       Menambah keeratan rasa persaudaraan. Dengan kita berkunjung maka semakin tahu satu keluarga dengan keluarga lain dan menambah keakraban, yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, adanya tambahan keluarga baru juga dapat diketahui, misalnya tambah anak atau menantu.
2.       Menambah teman. Apabila kita silaturrahmi ke temen lama, maka keeratan pertemanan akan meningkat. Kadang disaat berkunjung tersebut kita dapat tambah teman baru lagi. Tambahan teman merupakan aset yang luar biasa. Sering kesuksesan seseorang juga ditentukan oleh banyaknya teman yang dia punya hingga membentuk jaringan.
3.       Menambah rizki. Rizki dari silaturrahmi ini ada yang langsung dan tidak langsung. Rizki yang langsung terjadi saat kita silaturrahim yang berupa suguan dari yang kita silaturrahimi. Yang tidak langsung adalah sering terjadi di saat kita ngobrol informasi mengenai peluang kegiatan yang bisa ditindaklanjuti sehingga membuahkan rizki tiba tiba muncul.
4.       Menambah Ilmu. Sering juga saat silaturrahim kita mendapat sesuatu ilmu tanpa kita sadari. Kadang disaat kita ngobrol tranfer ilmu terjadi. Tranfer ilmu dengan model santai seperti ini sering lebih lama bertahan di otak dan biasanya ilmu tersebut langsung bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan seringkali  biasanya ilmu itu tidak atau belum ada dalam buku.
Mungkin masih ada banyak lagi manfaat silaturrahmi yang bisa ditambahkan. Kita tahu begitu banyak manfaat silaturrahim, hanya terkadang kita melupakan hal tersebut karena terjebak pada rutinitas kerja dan kemalasan kita, sehingga enggan untuk mencoba melangkah mengunjungi saudara atau teman kita. Mari kita sempatkan dalam diri kita untuk membiasakan silaturrahim.

Jumat, 24 Agustus 2012

TAKBIR


Puasa ramadhon telah usai dan membayar zakat telah ditunaikan, kemudian orang islam merayakan hari rayanya dengan takbir. Luar biasa urutan kejadiannya, dimulai dengan puasa sebulan lamanya kita menahan nafsu, kemudian timbul kesadaran sosial yang diwujudkan dengan  membayar zakat. Dalam mahfum hadist puasa hamba itu akan digantung dilangit (belum bisa diterima) sebelum zakat dikeluarkan. Artinya apa menahan diri saja tidak cukup perlu kesadaran sosial. Kemudian rangkaiannya ditutup dengan kesadaran total bahwa alam dunia seisinya ini adalah kecil yang besar hanyalah Allah..........Allah Hu Akbar........Allah Hu Akbar.
Takbir menjadi sangat penting dalam kehidupan ini. Kesadaran bahwa segala sesuatu itu dalam pengaturan Allah. Dengan kesadaran tersebut tingkat stress seseorang bisa di kurangi. Dalam hidup ini sering kali kita mengejar sesuatu dan sering tidak menyadari akan kemampuan diri sendiri, seolah semuanya ditentukan oleh usaha kita sendiri. Memang Allah berikan sebagian hakNYA kepada manusia yang berupa hak untuk berusaha, tapi keputusan Akhir berupa keberhasilan dan kesuksesan adalah hak Allah semata. Apabila kita menyadari akan keberadaan ini insyaAllah kita tidak akan stress dalam kehidupan ini. Dan untuk menyemangati disaat kita tertekan dengan masalah yang berat. Ada baiknya kita mengingat apa yang dikatakan oleh Ali bin Abi Tholib “jangan katakan kepada  Allah. Ya Rabb...., aku punya masalah besar, tapi katakan kepada masalah bahwa aku mempunyai Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Segalanya. Allah Hu Akbar........Allah Hu Akbar.
Mumpung masih berkaitan dengan bulan Agustus maka kita coba menyimak perjalanan mempertahankan kemerdekaan. Dulu sempat kami baca sebuah percakapan dalam sesuah surat kabar namun saya tidak sempat mengklipingnya, ada dialog bung Tomo dengan wartawan. Dikatakan..... Bung bagaimana mungkin dalam kondisi amat sulit bung Tomo bisa menggugah semangat arek arek Suroboyo mengumpulkan banyak orang dan dengan heroik tidak takut dengan musuh yang senjatanya lebih canggih yang mengancam dari darat laut dan udara. Malah ada yang berhasil merobek bendera belanda dijadikan merah putih diatas hotel oranye? Beliau mengatakan saya tidak akan bisa melakukan hal tersebut jika saat itu saya tidak kenal ALLAH HU AKBAR. Demikian juga masyarakat yang ada di Surabaya saat itu, sangat mengenal makna kalimat TAKBIR tersebut sehingga dalam fikir dan hatinya mengatakan dunia ini kecil, Inggris kecil, Belanda Kecil, Kapal laut kecil, pesawat kecil, senjata kecil yang besar hanya Allah..Allah hu Akbar.....ALLA HU AKBAR.
Semoga kita bisa membawa Allah Hu Akbar dalam kehidupan sehari hari. Tidak menjadi bangsa yang minder, mari kita bangkit bersama untuk bisa mengerjakan karya karya bersar. ALLAH HU AKBAR