Kalau kita melihat tanyangan
telivisi akhir-akhir ini ada sesuatu yang sangat memperhatinkan dengan maraknya
tawuran. Ada tawuran antar kelompok dalam satu desa, ada tawuran antar siswa SMA,
tawuran antar mahasiswa antar perguruan tinggi bahkan antar fakultas dalam satu
perguruan tinggi malah ada juga tawuran antar aparat.
Kalau
diamat-amati ada beberapa penyebab mengapa tawur an itu terjadi:
1. Pengendalian diri yang kurang. Hanya karena faktor-faktor yang remeh kadang sudah memicu
kemarahan. Misalnya tersinggung rarena coretan tertentu, atau perkara cewek
dsb.
2.
Rasa superior yang berlebihan. Kadang rasa
superior diperlukan untuk memacu mental kompetisi tapi mental kompetisi muncul
sebelum mental persahabatan akan memacu pertikaian.
3.
Rasa hidmat atau berkorban yang kurang. Belum
tertanan meringankan beban seseorang adalah ibadah yang ada nilai pahala.
4. Rasa
kesatuan yang kurang, tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari satu
masyarakat yang sama.
Apakah tawuran bisa dicegah. Tentu
bisa, hanya butuh kebersamaan kita. Mari
kita giatkan lagi kegiatan kegiatan yang bisa menumbuhkan sikap-sikap positip.
Dulu ada Karangtaruna yang memungkinkan pemuda-pemuda dalam satu desa bisa
bergabung- bersama untuk melakukan tindakan positif kenapa tidak dihidupkan lagi.
Dulu siswa antar sekolah masih sering bertemu dalam suatu kegiatan yang
memungkinkan mereka saling mengenal dan memunculkan rasa persahabatan seperti pramuka,
PMR, Persatuan Pelajar. Ada acara penghijaun bersama yang memungkinkan antar
sekolah saling mengenal. Dan ada acara AMD yang memungkinkan antar aparat
saling mengenal, makan bersama masrarakat dalam kegiatan yang sama. Saat ini
pada bulan ramadhon kegiatan pesantren kilat antar sekolah yang disatukan juga
bisa menumbuhkan rasa bersahabat dan peningkatan karakter. (wallahu a’lam bish-shawab)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar