Jumat, 10 Agustus 2012

MEMBERI


Ada rumus alam yang mungkin perlu disebar luaskan. Alam ini tidak akan memberi apabila tidak diberi , kalau diberi dia berusaha memberi yang lebih baik dari yang dia berikan, syaratnya harus ikhlas. Contoh sederhananya, seorang petani tidak bisa panen jagung andaikata dulu dia tidak pernah memberi ke tanah dengan ikhlas. Maksud kata ikhlas disini adalah betul betul ingin pemberian tersebut totalitas  supaya diterima oleh tanah. Dengan cara apa supaya betul betul diterima oleh tanah. Pertama berilah tanah dengan biji yang terbaik yang anda punya. Berikutnya dengan menutup rapat-rapat apa yang telah diberikan tersebut ke tanah tanpa ingin melihat pemberiannya (tanpa mengungkit-ngungkitnya), tanpa berusaha meminta kembali apa yang diberikannya dengan membongkarnya. Tidak itu saja petani masih memberi iringan yang lain berupa pemberian air dan pupuk. Waktupun berlalu, beberapa bulan kemudian si tanah membalasnya dengan cara yang lebih baik dan sopan. Diberikanlah petani tersebut dengan paket yang indah dan rapi dan lebih baik dengan membungkus pemberiannya dengan klobot, yang diatur rapi. Malah dihiasi dengan pita pita rambut jagung segala. Ketika petani tersebut membukanya dia melihat butir-butir jagung seperti yang ia tanam dulu namun lebih segar dan lebih banyak.
Perumpamaan diatas bisa kita pakai apabila kita ingin melaksanakan zakat atau shodaqoh. Tentu harus ikhlas. Supaya amalan tersebut betul-betul bisa diterima Allah maka beberapa hal perlu dilakukan. Berikan zakat atau shodaqoh dari yang terbaik dari yang kita punya. Berikutnya jangan mengharap kita kembalian secara langsung dari obyek yang kita beri. Dan jangan mengungkit-ngungkitnya. Iringi pemberian kita dengan cara pemberian yang baik dengan santun dan ramah. InsyaAllah pemilik alam semista ini akan mengembalikannya dalam bentuk yang lebih baik dan sempurna, entah itu diberikan di dunia ini atau diakherat kelak dengan surga yang penuh dengan kenikmatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar