Ada rumus alam yang mungkin perlu
disebar luaskan. Alam ini tidak akan memberi apabila tidak diberi , kalau diberi
dia berusaha memberi yang lebih baik dari yang dia berikan, syaratnya harus
ikhlas. Contoh sederhananya, seorang petani tidak bisa panen jagung andaikata
dulu dia tidak pernah memberi ke tanah dengan ikhlas. Maksud kata ikhlas disini
adalah betul betul ingin pemberian tersebut totalitas supaya diterima oleh tanah. Dengan cara apa
supaya betul betul diterima oleh tanah. Pertama berilah tanah dengan biji yang
terbaik yang anda punya. Berikutnya dengan menutup rapat-rapat apa yang telah
diberikan tersebut ke tanah tanpa ingin melihat pemberiannya (tanpa
mengungkit-ngungkitnya), tanpa berusaha meminta kembali apa yang diberikannya
dengan membongkarnya. Tidak itu saja petani masih memberi iringan yang lain
berupa pemberian air dan pupuk. Waktupun berlalu, beberapa bulan kemudian si
tanah membalasnya dengan cara yang lebih baik dan sopan. Diberikanlah petani
tersebut dengan paket yang indah dan rapi dan lebih baik dengan membungkus
pemberiannya dengan klobot, yang diatur rapi. Malah dihiasi dengan pita pita
rambut jagung segala. Ketika petani tersebut membukanya dia melihat butir-butir
jagung seperti yang ia tanam dulu namun lebih segar dan lebih banyak.
Perumpamaan diatas bisa kita
pakai apabila kita ingin melaksanakan zakat atau shodaqoh. Tentu harus ikhlas.
Supaya amalan tersebut betul-betul bisa diterima Allah maka beberapa hal perlu
dilakukan. Berikan zakat atau shodaqoh dari yang terbaik dari yang kita punya.
Berikutnya jangan mengharap kita kembalian secara langsung dari obyek yang kita
beri. Dan jangan mengungkit-ngungkitnya. Iringi pemberian kita dengan cara
pemberian yang baik dengan santun dan ramah. InsyaAllah pemilik alam semista
ini akan mengembalikannya dalam bentuk yang lebih baik dan sempurna, entah itu
diberikan di dunia ini atau diakherat kelak dengan surga yang penuh dengan
kenikmatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar