Jumat, 07 September 2012

DIOPENI DIOPAHI


Diopeni dari bahasa jawa yang berarti dipelihara dan Diopahi yang berarti memperoleh hasil atau bayaran. Dengan demikian maksud dari dipeni diopahi adalah apabila kita pelihara dengan baik maka kita akan mendapat hasil.
Apa yang bisa diopeni dan apa upahnya. Kita bisa ngopeni mulai hal yang sederhana sampai komplek, dari benda mati sampai benda hidup pokoknya diopeni maka akan diopahi. Ketika kita menanam misalnya. Saat kita mulai menanam dan ngopeni dengan menyiram dan memupuk maka sebentar kemudian  muncul kuncup dari dalam tanah kepermukaan, ini adalah upah pertama berupa rasa senang melihat kuncup-kuncup kecil muncul dari tanah. Selanjutnya ketika dia kita openi terus dan dia mengeluarkan daun upah kita bertambah walau tidak kita sadari berupa oksigen yang diberikan pada kita. Banyaknya oksigen yang diberikan pada kita tergantung dari jumlah daun yang muncul yang berarti punya sejauh mana kita open-open. Lebih lanjut ketika kita openi terus maka dia memberi upah pada kita dengan keindahan baru berupa bunga yang indah. Dan ketika kita tingkatkan lagi sikap open tadi,  kita akan mendapat upah baru berupa biji-bijian atau buah yang bisa kita makan sendiri atau kita jual dan menghasilkan uang.
Ya... itu tadi kalau mahluk hidup, gimana kalu itu benda mati apa bisa kita mendapat upah. Tentu saja bisa. Banyak contoh disekitar kita orang yang rajin koleksi benda benda. Seperti bebatuan, barang-barang kuno, gambar dst. Karena dia rajin merawat atau open akhirnya ada juga orang yang menghargai benda koleksinya dengan harga mahal. Bahkan ada contoh yang ekstrem adalah pemulung sampah. Dia punguti sampah sampah yang dibuang menurut orang lain sudah tidak berguna. Kemudian dia kumpulkan dan dia klasifikasikan menurut bahan e......ternyata laku juga. Demikian juga mengenai barang rongsokan yang disekitar kita yang menurut kita sudah tidak laku ada yang open dengan barang rongsokan itu ya akhirnya ada yang membutuhkan juga ......alias laku.
Demikian juga banyak hal disekitar kita berserak kadang tidak diopeni, kita merasa barang-barang atau benda benda tersebut tidak berguna. Rawannya, jika suatu saat nanti karena kita tidak open kemudian yang justru open tetangga kita. Dalam kontek bernegara sikap open ini sangat perlu, wilayah kita terdiri atas ribuan pulau, karena banyaknya kadang kita tidak open dengan pulau pulau tersebut, ada rasa seolah kurang dirawat. Padahal kalau kita open insyaAllah masing masing pulau itu punya potensi yang berbeda beda dan punya nilai ekonomi yang tinggi dan strategis. Saya kuwatir dengan sikap tidak open kita, suatu saat nanti ada tetangga kita yang ngopeni, dan baru kita sadar pentingnya pulau itu.
Yah....mari kita bangkitkan sikap open atau sikap suka memelihara. Dimulai dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, hingga open terhadap negara kita. Mudah mudahan sikap open kita akan meningkat dan kita akan mendapat upah sesuai dengan sejauh mana sikap open kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar