Diopeni dari bahasa jawa yang berarti dipelihara dan Diopahi
yang berarti memperoleh hasil atau bayaran. Dengan demikian maksud dari dipeni
diopahi adalah apabila kita pelihara dengan baik maka kita akan mendapat hasil.
Apa yang bisa diopeni dan apa upahnya. Kita bisa ngopeni mulai
hal yang sederhana sampai komplek, dari benda mati sampai benda hidup pokoknya
diopeni maka akan diopahi. Ketika kita menanam misalnya. Saat kita mulai
menanam dan ngopeni dengan menyiram dan memupuk maka sebentar kemudian muncul kuncup dari dalam tanah kepermukaan,
ini adalah upah pertama berupa rasa senang melihat kuncup-kuncup kecil muncul
dari tanah. Selanjutnya ketika dia kita openi terus dan dia mengeluarkan daun
upah kita bertambah walau tidak kita sadari berupa oksigen yang diberikan pada
kita. Banyaknya oksigen yang diberikan pada kita tergantung dari jumlah daun
yang muncul yang berarti punya sejauh mana kita open-open. Lebih lanjut ketika
kita openi terus maka dia memberi upah pada kita dengan keindahan baru berupa
bunga yang indah. Dan ketika kita tingkatkan lagi sikap open tadi, kita akan mendapat upah baru berupa
biji-bijian atau buah yang bisa kita makan sendiri atau kita jual dan
menghasilkan uang.
Ya... itu tadi kalau mahluk hidup, gimana kalu itu benda mati
apa bisa kita mendapat upah. Tentu saja bisa. Banyak contoh disekitar kita
orang yang rajin koleksi benda benda. Seperti bebatuan, barang-barang kuno,
gambar dst. Karena dia rajin merawat atau open akhirnya ada juga orang yang
menghargai benda koleksinya dengan harga mahal. Bahkan ada contoh yang ekstrem
adalah pemulung sampah. Dia punguti sampah sampah yang dibuang menurut orang
lain sudah tidak berguna. Kemudian dia kumpulkan dan dia klasifikasikan menurut
bahan e......ternyata laku juga. Demikian juga mengenai barang rongsokan yang
disekitar kita yang menurut kita sudah tidak laku ada yang open dengan barang
rongsokan itu ya akhirnya ada yang membutuhkan juga ......alias laku.
Demikian juga banyak hal disekitar kita berserak kadang tidak
diopeni, kita merasa barang-barang atau benda benda tersebut tidak berguna. Rawannya,
jika suatu saat nanti karena kita tidak open kemudian yang justru open tetangga
kita. Dalam kontek bernegara sikap open ini sangat perlu, wilayah kita terdiri
atas ribuan pulau, karena banyaknya kadang kita tidak open dengan pulau pulau tersebut,
ada rasa seolah kurang dirawat. Padahal kalau kita open insyaAllah masing
masing pulau itu punya potensi yang berbeda beda dan punya nilai ekonomi yang
tinggi dan strategis. Saya kuwatir dengan sikap tidak open kita, suatu saat
nanti ada tetangga kita yang ngopeni, dan baru kita sadar pentingnya pulau itu.
Yah....mari kita bangkitkan sikap open atau sikap suka
memelihara. Dimulai dari diri kita, keluarga kita, lingkungan kita, hingga open
terhadap negara kita. Mudah mudahan sikap open kita akan meningkat dan kita
akan mendapat upah sesuai dengan sejauh mana sikap open kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar