Senin, 03 September 2012

FISIK MENGIKUTI PIKIRAN


Sulit terjadi kalau kita berada di Indonesia ini tiba tiba ada di Jepang tanpa kita berfikir lebih dulu. Mungkin saja bisa terjadi tiba-tiba kita di Jepang walau tanpa kita fikirkan, ya...... itu bisa, tapi tetap ada orang lain yang memikirkan bagaimana itu terjadi. Demikian juga aktifitas kita sehari hari misalnya mengapa kita duduk di kantor, mengapa kita di sekolah. Mesti sebelumnya diawali dengan proses berfikir bahwa nanti saya akan kekantor, saya akan kesekolah, kesana kesana dan seterusnya, baru kemudian fisik mengikutinya. Karena fisik kita akan mengikuti fikiran kita, maka hati-hati menggunakan fikiran kita. Gunakan untuk hal yang baik-baik, dan jangan eman menggunakan fikiran untuk berfikir yang besar. Karena tidak dipungut biaya atas fikir yang kita lakukan, namun kita memetik hasil dari apa yang kita fikirkan.
Untuk itulah pentingnya suatu Perencanaan. Apabila perencanaan kita baik maka kemungkinan berhasil mencapai hasil yang diharapkan akan lebih mudah. Dalam rencana ada tujuan yang akan dicapai, manfaat dari suatu kegiatan, sarana untuk mencapai, biaya yang diperlukan, orang-orang yang terlibat dan kita temui, siapa mengerjakan apa, bagaimana mengerjakannya, waktu yang dibutuhkan. Semakin tinggi target yang di harapkan semakin komplek perencanaanya.
Ketika perencanaan sudah dilakukan bagaimana kita melangkah. Mulailah dengan langkah langkah kecil, yang sederhana, yang mudah yang dekat. Ingat....segala sesuatu dialam ini mulainya dari hal yang tampak remeh dan sederhana. Pernahkah kita bayangkan bahwa kita dulu juga sesuatu yang sederhana namun tersimpan perencanaan yang komplek. Dimulai bertemunya dua sel. Kemudian membelah dan membelah hingga membentuk bulatan. Kemudian mulai pembagian peran, terjadilah organ organ dan akhirnya jadilah kita. Demikian juga ketika kita sudah lahir dimuka bumi tidak langsung bisa pidato tapi mulai dari belajar berbicara, mengungkapkan kata, menyusun kalimat, bercerita dan seterusnya bertahap tahap baru kemudian kita bisa bicara lancar dan pidato. Demikian juga ketika kita dilahirkan tidak langsung bisa berlari tapi dimulai belajar berguling, belajar duduk, belajar merangkak, belajar trantanan, dan mulailah belajar timik-timik, kemudian berjalan dan kemudian baru kemudian bisa berlari.
Kembali ke hal mengenai fisik mengikuti fikir, mari jangan sia siakan fikir kita. Sekali lagi, karena fikir tidak memerlukan biaya maka jangan fikir yang rendah atau tanggung, fikirlah yang besar dan tinggi dan kemudian ikuti dengan usaha semampunya dimulai dari yang kecil dan sederhana. Kalau cita cita kita besar, dan bagus insyaAllah walau tanpa kita nanti mesti ada yang melanjutkan bagaimana  cita cita tersebut bisa terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar