Sulit terjadi kalau kita berada di Indonesia ini tiba tiba
ada di Jepang tanpa kita berfikir lebih dulu. Mungkin saja bisa terjadi tiba-tiba
kita di Jepang walau tanpa kita fikirkan, ya...... itu bisa, tapi tetap ada
orang lain yang memikirkan bagaimana itu terjadi. Demikian juga aktifitas kita
sehari hari misalnya mengapa kita duduk di kantor, mengapa kita di sekolah.
Mesti sebelumnya diawali dengan proses berfikir bahwa nanti saya akan kekantor,
saya akan kesekolah, kesana kesana dan seterusnya, baru kemudian fisik
mengikutinya. Karena fisik kita akan mengikuti fikiran kita, maka hati-hati
menggunakan fikiran kita. Gunakan untuk hal yang baik-baik, dan jangan eman
menggunakan fikiran untuk berfikir yang besar. Karena tidak dipungut biaya atas
fikir yang kita lakukan, namun kita memetik hasil dari apa yang kita fikirkan.
Untuk itulah pentingnya suatu Perencanaan. Apabila
perencanaan kita baik maka kemungkinan berhasil mencapai hasil yang diharapkan
akan lebih mudah. Dalam rencana ada tujuan yang akan dicapai, manfaat dari
suatu kegiatan, sarana untuk mencapai, biaya yang diperlukan, orang-orang yang
terlibat dan kita temui, siapa mengerjakan apa, bagaimana mengerjakannya, waktu
yang dibutuhkan. Semakin tinggi target yang di harapkan semakin komplek
perencanaanya.
Ketika perencanaan sudah dilakukan bagaimana kita melangkah.
Mulailah dengan langkah langkah kecil, yang sederhana, yang mudah yang dekat.
Ingat....segala sesuatu dialam ini mulainya dari hal yang tampak remeh dan
sederhana. Pernahkah kita bayangkan bahwa kita dulu juga sesuatu yang sederhana
namun tersimpan perencanaan yang komplek. Dimulai bertemunya dua sel. Kemudian membelah
dan membelah hingga membentuk bulatan. Kemudian mulai pembagian peran,
terjadilah organ organ dan akhirnya jadilah kita. Demikian juga ketika kita
sudah lahir dimuka bumi tidak langsung bisa pidato tapi mulai dari belajar
berbicara, mengungkapkan kata, menyusun kalimat, bercerita dan seterusnya bertahap
tahap baru kemudian kita bisa bicara lancar dan pidato. Demikian juga ketika
kita dilahirkan tidak langsung bisa berlari tapi dimulai belajar berguling,
belajar duduk, belajar merangkak, belajar trantanan, dan mulailah belajar
timik-timik, kemudian berjalan dan kemudian baru kemudian bisa berlari.
Kembali ke hal mengenai fisik mengikuti fikir, mari jangan
sia siakan fikir kita. Sekali lagi, karena fikir tidak memerlukan biaya maka
jangan fikir yang rendah atau tanggung, fikirlah yang besar dan tinggi dan
kemudian ikuti dengan usaha semampunya dimulai dari yang kecil dan sederhana.
Kalau cita cita kita besar, dan bagus insyaAllah walau tanpa kita nanti mesti
ada yang melanjutkan bagaimana cita cita
tersebut bisa terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar