Wah....ndak terbalik nih, mungkin demikian yang terjadi saat
membaca judul dari tulisan ini. Biasanya kita sering mendengar pendapat bahwa
mulailah dari yang kecil, dari yang sederhana, dari yang mudah, dari yang
remeh. Sekilas pendapat memulai dari yang kecil, sederhana dan remeh,
seolah-olah benar namun bila diteliti lebih lanjut ternyata pendapat tersebut
kurang pas.
Coba perhatikan..... Sebelum kita melakukan sesuatu mesti
diawali dari proses berfikir baru kemudian diikuti oleh tindakan. Proses
berfikir inilah yang sering disebut dengan tujuan, kadang disebut cita-cita,
kadang disebut dengan mimpi, kadang disebut dengan niatan, kadang disebut
dengan lamunan kadang disebut dengan keinginan. Masing masing proses pikiran
tersebut mesti menjadi pemula sebelum berubah menjadi tindakan. Wah....mulai
agak jelas.
Ada dua hal yang mesti kita bedakan. Yang pertama proses
berfikir yang kedua proses bertindak. Proses berfikir adalah proses pemula dan
biasanya diikuti oleh tindakan. Proses berfikir adalah proses yang tidak ada
yang bisa membatasi kecuali oleh batasan yang dibuat oleh diri kita sendiri. Mengapa tidak kita mulai
dengan niatan yang yang besar, tinggi
dan mulia. Berikutnya ketika fikiran besar tersebut sudah kita buka, barulah
kita melangkah dari mana. Lha.... untuk proses yang kedua ini yang berupa
tindakan itulah kita mulai dengan hal hal yang sederhana, karena dalam tindakan
ini kita membawa fisik. Dan sifat fisik adalah lemah, perlu istirahat, dan tidur. Kita bisa membawa
fikir kita terbang mengitari bumi sekali fikir. tetapi untuk fisik kita hanya
bisa melakukan kearah sana langkah demi langkah, dan jangan dipaksakan langsung
meloncat nanti bisa terpeleset dan jatuh.
Coba lihat gerakan Sholat, mulai dari Allah Hu Akbar. Apa
yang sedang kita lakukan, memulai sholat dengan fikir tentang kebesaran
Allah dan kemudian berikutnya diikuti
dengan gerakan sederhana dengan mengangkat tangan....dst.... hingga diakhiri
dengan salam. Semua gerakan yang dilakukan sangat sederhana namun karena kita
mulai dengan fikir besar maka nilainya sangat besar menurut Allah. Demikian
juga dalam keseharian kita dianjurkan untuk berfikir besar dengan senantiasa
mengucapkan Basmalah. Dengan mengucapkan Basmalah itu harapannya pekerjaan
tersebut telah kita kaitkan dengan Zat Yang Maha Besar. Dalam ucapan tersebut
ada unsur doa dan motivasi. Dan karena
kita telah mengaitkan dengan Yang Maha Besar tentu kita usahakan yang kita
lakukan juga hal yang Mulia. (wallahu a’lam bish-shawab)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar