Senin, 30 Juli 2012

FIKIR DAN DOA PEMIMPIN

Luas dan tingkat kepemimpinan tercermin dari luas dan tingginya pemikiran dan doa yang dia panjatkan. Semakin luas yang dia fikir dan doakan semakin luas wilayah kepemimpinannya. Seorang bujangan berfikir dan berdoa bagaimana mengenai kebaikan dirinya. Seorang kepala rumah tangga berfikir dan berdoa untuk seluruh anggota keluarganya. Seorang kepala RT berfikir dan berdoa untuk kebaikan masyarakat di wilayahnya. Seorang bupati berfikir dan berdoa untuk seluruh kabupatennya. Seorang gubernur berfikir dan berdoa untuk kebaikan seluruh propinsinya. Seorang kepala negara berfikir dan berdoa untuk kebaikan seluruh negaranya. Seorang pemimpin umat berfikir dan berdoa untuk seluruh umatnya agar bahagia didunia dan akherat.
Namanya pemimpin tidak harus secara formal menduduki suatu kursi kepemimpinan. Sepanjang dia berfikir dan berdoa sesuai dengan level luas wilayahnya maka dia sebenarnya berpredikat pemimpin untuk wilayah tersebut. Yang aneh adalah seseorang yang statusnya formil dan jelas didukkan sebagai pemimpin wilayah yang luas malah turun derajatnya karena begitu dia memimpin porsi yang besar justru berfikir hanya untuk kepentingan diri dan keluarganya. Pemimpin seperti ini jelas sebenarnya sudah batal menjadi pemimpin dia harus dikembalikan ke pemimpin keluarganya saja atau belajar memimpin diri sendiri lagi. Itu juga yang terjadi pada pemimpin yang bermasalah karena dia lupa akan wilayah yang harus diembannya.
Rosulullah mengajarkan kita untuk selalu jangan hanya berfikir dan berdoa hanya untuk diri sendiri tetapi hendaklah senantianya menyebutkan keselamatan umat pria dan wanita, bahkan yang telah meninggalpun didoakan. Rosulullah sebagai teladan sudah memberi contoh dalam keseharian untuk senantiasa berfikir berdoa dan bergerak untuk keselamatan umat. Hingga terbawa ketika menjelang wafatpun porsi fikir dan doa Beliau untuk keselamatan umat. Umatku....umatku sholatlah. (wallahu a’lam bish-shawab)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar